April 23, 2013

Jurnal 11: Us?


He was mine but not really.
I never really had him, so I never really lost him.

I guess this is how we will always be.

I had him, and he had me.
But then again there was really no US.

March 13, 2013

[REVIEW] Montase



Judul: Montase
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: Gagas Media
357 halaman, 2012


Aku berharap tak pernah bertemu denganmu.
Supaya aku tak perlu menginginkanmu, memikirkanmu dalam lamunku.
Supaya aku tak mencarimu setiap kali aku rindu.

Supaya aku tak punya alasan untuk mencintaimu.
Dan terpuruk ketika akhirnya kau meninggalkanku.

Tapi...,
kalau aku benar-benar tak pernah bertemu denganmu, mungkin aku tak akan pernah tahu seperti apa rasanya berdua saja denganmu. Menikmati waktu bergulir tanpa terasa.
Aku juga tak mungkin bisa tahu seperti apa rasanya sungguh-sungguh mencintai...
dan dicintai sosok seindah sakura seperti dirimu.


Ah, satu lagi novel yang mengangkat cerita dengan sudut pandang laki-laki yang saya baca. Saya suka cara penulis menggambarkan cerita dengan sudut pandang laki-laki. Kesannya jadi beda, nggak pasaran. Montase, sebuah novel ringan dan menghibur. Sebuah cerita tentang mimpi---Saya lebih suka menyebutnya demikian, ketimbang cerita roman dewasa muda mengharu biru dengan tokoh pengidap leukemia---dan kekuatannya, untuk sebuah pencapaian tak terduga.

Kisah ini berfokus pada dua sidekick:
Rayyi, yang demi papanya merelakan keinginannya dengan kuliah di kelas peminatan produksi karena papanya ingin ia kelak menjadi produser tersohor sama sepertinya. Padahal, Rayyi sangat mencintai film documenter---bukan sinetron---film sampah, katanya. Hampir sama dengan Rayyi, Haru Enomoto---seorang mahasiswi Jepang yang sedang melakukan studi banding di Jakarta---juga mengalami kisah yang hampir sama. Haru mempunyai bakat luar biasa di bidang melukis, namun ia memilih menekuni mimpinya yang lain yaitu menjadi mahasiswa di kelas Film documenter karena ia ingin membahagiakan orangtuanya.

"Selalu ada impian yang lebih besar dari impian lain, kan?"  Begitu kata Haru.

Kisah cinta di novel ini cukup sederhana, namun begitu terasa dan mengharukan. Menyenangkan, menyentuh perasaan, dan mengaduk-aduk emosi. Ea.

March 12, 2013

[REVIEW] Camar Biru


Judul: Camar Biru
Penulis: Nilam Suri
Penerbit: Gagas Media
280 halaman, 2012


Aku membutuhkanmu.
Kau terasa tepat untukku. Pelukanmu serasi dengan hangat tubuhku. Dan setiap bagian dari diriku sudah terlalu terbiasa dengan kehadiranmu—dengan suaramu, dengan sentuhanmu, dengan aroma khas tubuhmu. Dengan debaran yang terdengar seperti ketukan bermelodi saat kau menatapku penuh perhatian seperti itu.

Aku membutuhkanmu.
Ya cinta, ya waktumu. Dan kau sudah melihat jujur dan juga munafikku. Bahkan, di saat aku begitu yakin kau akan meninggalkanku, kau hanya menertawakan kecurigaanku dan merangkul bahuku. Sungguh heran, setelah sekian tahun pun, kau masih bertahan di sini, bersamaku.

Aku membutuhkanmu—dan bisa jadi... aku mencintaimu.
Tapi, aku belum akan mengakui ini padamu. Aku belum siap meruntuhkan bentengku dan membiarkanmu memiliki hatiku...


Camar Biru adalah sebuah kisah cinta bujur sangkar antara Nina, Adith, Naren, dan Sinar.

Nina. Cewek ceroboh, berantakan, amburadul. Pokoknya gak pedulian banget sama penampilannya. Wajahnya gak pernah dipoles make-up dan rambut ikalnya selalu dibiarkan tergerai tanpa disisir. Tapi, walaupun kelakuannya kayak manusia gua, penampakannya selalu kayak putri dari kerajaan gulali. Emang aneh. Saya juga heran sih.

Naren. Kakaknya Nina. Naren udah kayak emaknya Nina aja. Ngurusin ininya Nina, itunya Nina. Naren yang selalu ngebangunin Nina setiap pagi. Naren yang membacakan cerita menjelang tidur. Dan, Naren yang selalu mengantar dan menjemputnya ke mana pun. Kakak apa supir nih? *digetok*

Adith. Seorang dosen bahasa Jepang yang pernah berada di negeri geisha itu selama 1 tahun untuk melanjutkan pendidikannya.

Sinar. Tokoh paling misterius dalam novel ini.

Selain mereka berempat, ada juga Danish, sahabat karib Nina. Cewek ini selalu punya aura Don't mess me dan selalu berusaha mengejar apapun yang dia inginkan. Dia ingin orang-orang tau cewek seperti apa dia. Seorang cewek dengan standar hidup tinggi, bukan karena orangtua, apalagi karena cowok-cowok yang melemparinya kemewahan. Nggak. Kalau dia pake baju mahal dengan sepatu yang akan bikin ibu-ibu di desa sulit bernapas karena harganya sama dengan pendapatan suaminya sebulan, itu karena Danish memang banting tulang untuk mendapatkannya.


Gue bakal bikinin kotak kaca buat hati Nina, seperti kotak kaca yang dibuat oleh para tujuh orang kerdil buat si putri salju. Lalu, gue kasih lapisan anti peluru kayak dimilik oleh M16 untuk melapisi mobil agen 007 mereka. Gue nggak akan sebodoh Davy Jones dengan membawa kotak kaca itu kemana-mana. Kotak kaca itu akan gue simpan di dalam brankasnya bank-bank di Swiss sana. Safe and sound, just like what I hope Nina forever will be. (halaman 103) 

Kadang, saat kita nggak mampu melepaskan orang yang kita cintai, berarti kitalah yang harus pergi. Mungkin membalikkan badan dan berlalu lebih mudah dibanding berdiri diam menatap punggung seseorang.. (halaman 269)


Saya juga suka filosofi asap rokok yang ada di novel ini:

"Gue selalu percaya permintaan itu akan dikabulkan kalau dia bisa terbang semakin tinggi. Nggak tau kenapa. Mungkin kalau dia semakin tinggi, dia akan semakin mudah didengar. Karena nggak mungkin gue terus-terusan naik pesawat setiap kali punya permintaan, jadi jalan lainnya adalah asap. Gue membisikkan permintaan, lalu asap akan membawanya bersama udara, ke angkasa, dan akhirnya, gue harap, permintaan gue itu akan mencapai tempat yang tepat. Lalu, dikabulkan. Makanya gue butuh asap, karena asap membumbung tinggi ke angkasa." (halaman 155) 


Camar Biru ini, satu dari sekian banyak buku terbitan Gagas Media yang saya suka. Isi ceritanya unik. Kisah bujur sangkar. Karena gak hanya menceritakan hubungan cinta antara laki-laki dan perempuan, tapi juga hubungan cinta antara kakak dan adik. Dan, endingnya yang gak terduga.

January 30, 2013

Jurnal 10: Sorry


I think what’s worse than losing someone, is not  knowing why you lost them, and honestly I don’t know how I lost you. —Him

I'm sorry. There’s going to be weak days where i lay there and cry at the mistake i made. I will regret losing you, go through your pictures that i still have saved and punish myself for ruining everything we had. I will try to avoid texting you, either by deleting your number or thinking of how utterly blunt you are when you reply.

There will also be days where i feel strong. I feel as if i can move on, i don’t need to talk to you and even thinking of you just reminds me of how much you are holding me back. The days where i feel like i’m done with you and i don’t care anymore. But i do. And even tho i know i'm not completely moved on, i know that i am getting stronger every day and soon i will be happy again.

I believe i can find someone who made me feel the way you made me feel. you were truly amazing. I don’t want to forget you. I won’t let that happen, you will always be in my heart. Now i've started to see that i can move on, will move on, and that’s good.

December 31, 2012

Quote (5)

“Sometimes in our relentless effort to find the person we love, we fail to recognize and appreciate the people who love us. We miss out on so many beautiful things simply because we allow ourselves to be enslaved by our own selfish concerns. Go for the man of deeds and not for the man of words, for you will find rewarding happiness, not with the man you love but with the man who loves you more. The best lovers are those capable of loving from a distance far enough to allow the person to grow but never too far to feel the love within your being. To let go of someone doesn’t mean you have to stop loving, it only means that you allow that person to find his own happiness without expecting him to come back. Letting go is not just setting the other person free, but is also setting yourself free from all the bitterness, hatred, and anger that you keep in your heart. Don't let the bitterness take away your strength and weaken your faith, and never allow pain to dishearten you; but rather let yourself grow with wisdom in bearing it. You may find peace in loving someone from a distance not expecting something in return. But be careful, for this can sustain life but can never give enough room for us to grow. We can all survive with just beautiful memories of the past, but real peace and happiness come only with open acceptance of what reality is today. There comes a time in our lives when we chance upon someone so nice and beautiful and we just find ourselves so intensely attracted to that person. This feeling soon becomes a part of our everyday lives and eventually consumes our thoughts and actions. The sad part of it is when we begin to realize that this person feels nothing more for us than just a friendship. We start our desperate attempt to get noticed and be closer, but in the end our efforts are still unrewarded and we end up being sorry for ourselves. You don’t have to forget someone you love. What you need to learn is how to accept the verdict of reality without being bitter or sorry for yourself. Believe me, you would be better off giving that dedication and love to someone more deserving. Don’t let your heart run your life, be sensible and let your mind speak for itself. Listen not only to your feelings but to reason as well. Always remember that if you lose someone today, it means that someone better is coming tomorrow. If you lose love that doesn’t mean you failed in love. Cry if you have to, but make sure that tears wash away the hurt and the bitterness that the past has left with you. Let go of yesterday and love will find its way back to you. And when it does, pray that it may be the love that will stay and last a lifetime.”

—Albert Einstein

December 29, 2012

Jurnal 8: OWJSKLSHTW

I’m just so sad. I haven’t felt this sad in a while. The kind of sad I don’t know what to do with myself. The kind of sad where I feel I can barely function. The kind of sad where I just want to break down and shut myself away. I’m just so… sad. I can't stop crying.

December 27, 2012

Quote (4)

"That is why it is so important to let certain things go. To release them. To cut loose. People need to understand that no one is playing with marked cards; sometimes we win and sometimes we lose. Don’t expect to get anything back, don’t expect recognition for your efforts, don’t expect your genius to be discovered or your love to be understood. Complete the circle. Not out of pride, inability or arrogance, but simply because whatever it is no longer fits in your life. Close the door, change the record, clean the house, get rid of the dust. Stop being who you were and become who you are." 

Paulo Coehlo

December 26, 2012

3 Jenis Rahasia

Menurut gue, ada 3 jenis rahasia:
  1. Sesuatu yg lo sembunyiin jauh di dalam hati lo, cuma lo yang tau, dan lo gak mau ada orang selain lo yang tau.
  2. Sesuatu yang gak bisa lo bilang, meskipun sebenernya lo pengen banget bilang; dan
  3. Sesuatu yang diem-diem lo berharap bakalan ada yang nanya, meskipun dia tau lo lagi nyembunyiin itu dari dia.

December 19, 2012

Jurnal 7: Everything's Change

The most difficult part is when you can’t decide whether to hold on or let go. Whether you should try harder or give up. It sucks when you know that if you let go of whatever’s making you sad, you let go of what also makes you happy, and then it’s gone forever. You’ve tried, and tried, and tried to make things better but nothing worked. You don’t want to give up, but you have no choice. Because things change, people change.

November 10, 2012

Jurnal 6: Love?

Most of people define love base on their experience. But for me, love is acceptance. Why? Cause when you love that person, you accept that person for whom s/he really is. It's when the negative things about him/her doesn't affect you. I mean, you clearly love him/her only if you've accepted that person. That's why love isn't blind at all.

It sees, but it doesn't mind.