January 31, 2016

Quote (8)

"I was gawky and she was gorgeous and I was hopelessly boring and she was endlessly fascinating. So I walked back to my room and collapsed on the bottom bunk, thinking that if people were rain, I was drizzle and she was hurricane."

- John Green (Looking for Alaska, Harper Collins 2005)

December 30, 2015

Jurnal 21: Bae, 2015!

2015 was the best year of my whole life so far, after 2013 (teuteup). I got everything i want in this year.
Literally everything. :)

November 12, 2015

Quote (7)

"Sesekali dalam hidup, seharusnya manusia tak usah dinilai lewat angka-angka. Tidak lewat angka presentase di kertas ujian, angka saldo tabungan, angka timbangan berat badan, angka jumlah likes halaman Facebook, angka perolehan suara pemilwa. Ada hal-hal yang tak bisa diangkakan--hal-hal seperti ini. Manusia tak terbuat dari angka-angka, tetapi kebanyakan mereka lupa. Itu sebabnya hidup kita melelahkan dan kita begitu mudah merasa miskin."

- Morra Quatro (What If, GagasMedia 2015)

August 24, 2015

Jurnal 20

I know I should't love him because I know its not working, and so I convince myself I don't. And then he texts me, and we talk about random things, and then all that logic and convincing myself just dissapears.

July 31, 2015

Jurnal 19

Sometimes I wonder, why God put the love of my life 647 miles away from me. Why couldn't he be closer? I mean in the end we'll probably be a stronger couple because of the distance but it just sucks. Not being able to hug him when he's sad, kiss him whenever I want, hear his voice and his laugh, sit around and do nothing but talk about pointless things for hours. Those things mean more to me more than anything. And it bugs me when couples who see each other basically everyday complain about never being with their bf/gf or take them for granted when I would give everything i have just to be with him for a few minutes.

July 19, 2015

Jurnal 18

This is so wrong, but feels so right.

1:36 AM

November 26, 2014

Jurnal 17

Mungkin aku hanya sudah terbiasa dengan ketidakhadiranmu, sehingga hadirmu terasa ganjil. Entahlah.

9:51 pm

September 7, 2014

Quote (6)

"Aku berkata padanya saat kami berpisah, "Mau pergi sejauh setengah lingkar planet ini pun, pergilah, if you need to. Tapi jangan menghilang... give me a call."

Dia bilang, "Kalau aku sudah pergi sejauh setengah lingkar planet ini, aku tinggal pergi sejauh setengah lingkar lagi. Biar kembali kepadamu.""

- Morra Quatro (Notasi, GagasMedia 2013)

August 5, 2014

Jurnal 14

"It's always hard when you realize someone has taken your place. Things won't ever be the same no matter how much you're reassured that they will."

1:35 a.m.

August 3, 2014

[REVIEW] Bumi

Judul: Bumi
Penulis: Tere Liye
Pernerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
440 halaman, 2014 (Cetakan Ketiga)

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak.

Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.

Namaku, Raib. Dan aku bisa menghilang.

Jadi setelah membaca Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah, saya jadi kecanduan baca novel Tere Liye yang lain. Bumi ini novel kedua Tere Liye yang saya baca. Novel ini mengangkat tema yang berbeda dari sebelumnya. Kalau sebelumnya bercerita tentang perasaan, kali ini Tere Liye menghadirkan fiksi fantasi yang indah.

Kisah ini berawal dari Raib (biasa dipanggil Ra) yang dari luar tampak seperti remaja 15 tahun kebanyakan. Gak ada yang spesial. Menurut penjelasan, Ra gak cantik (tapi juga gak jelek), gak pinter (kecuali dalam mapel Bahasa Indonesia), dan gak populer. Namun siapa sangka kalau Ra ternyata punya kekuatan yang dirahasiakannya sejak berumur 2 tahun, yang bahkan kedua orangtuanya pun gak tau kalau Ra bisa menghilang. Hilang dalam artian sebenarnya.

Jujur, awal ceritanya sempat bikin saya merasa bosan karena yang diceritain itu-itu doang. Ra sarapan di rumah - pergi ke sekolah - di sekolah belajar - pulang ke rumah - repeat. Ngebosenin. Tapiii entah gimana novel ini selalu bikin saya penasaran. Kalimat-kalimat di akhir babnya selalu bikin saya bertanya-tanya apa yang bakal terjadi di bab selanjutnya. Nih salah satu paragraf di akhir bab:

"Pagi itu aku sungguh tidak tahu, setelah sarapan bersama yang selalu menyenangkan, beberapa jam lagi kejutan itu tiba. Ada yang tahu rahasia besarku, bukan hanya satu, melainkan susul menyusul. Seluruh kehidupanku mendadak berubah seratus delapan puluh derajat. Perang besar siap meletus di Bumi. Aku tidak bergurau."

Anyway, di sekolah Ra punya seorang sahabat bernama Seli. Berbeda dengannya, Seli selalu tampil modis dan percaya diri. Ra juga punya seorang musuh bernama Ali yang penampilannya selau amburadul dengan rambut acak-acakan. Sampai kemudian sebuah peristiwa secara gak sengaja melibatkan mereka bertiga terperangkap di dunia yang bukan Bumi---dunia lain. Rahasia demi rahasia pun terungkap. Ra tentu saja dengan kemampuan invisible-nya, Seli yang ternyata selain mampu menggerakkan benda-benda di sekitarnya, juga bisa mengeluarkan petir dari telapak tangannya (how cool!), dan Ali yang punya otak cerdas bin genius bin brilian. Ali bahkan pernah hampir meledakkan sebuah lab dengan percobaannya saat akan mengikuti olimpiade fisika. Ditambah lagi kekuatannya yang mengejutkan pada akhir novel yang gak bakal saya ceritain. Baca sendiri yak. :p

Overall, this is a really great novel. Dengan gaya bahasa yang begitu apik thas Tere Liye, yang mampu menceritakan hal-hal yang sebenarnya biasa dan sederhana menjadi luar biasa dan bermakna. Di novel ini dijelaskan sebuah teori bahwa kehidupan di semesta memiliki kehidupan dari dunia yang berbeda-beda. Tere Liye menuliskannya sebagai empat klan, yaitu;


Klan Bumi, tempat kita berpijak, yang dianggap sebagai "Makhluk Rendah" atau "Makhluk Tanah" karena paling primitif ilmu pengetahuannya.


Kedua adalah Klan Bulan yang berada tepat di atas Bumi dan memiliki ilmu pengetahuan yang sangat maju.


Ketiga ialah Klan Matahari yang memiliki kemajuan lebih pesat daripada kedua Klan di bawahnya.


Dan terakhir adalah Klan Bintang yang masih bikin saya penasaran bagaimana kehidupan di Klan ini karena penjelasannya gak begitu jelas.

Btw, di novel ini yang menjadi main setting petualangan Ra dan kawan-kawannya adalah Klan Bulan.

Well, saya gak banyak baca novel fantasi lokal, seringnya terjemahan. Tapi novel Bumi ini bener-bener keren. Recommended banget lah pokoknya. Detail setting dan karakternya bikin cerita ini menarik untuk diimajinasikan. Omong-omong, masih banyak pertanyaan di kepala saya tentang klan-klan lain. Semoga lanjutan ceritanya yang berjudul Bulan cepat terbit yaw. Ehehe.

I gave 4 of 5 stars for this book.